Minggu, 01 Maret 2009

TIFUS

SELUK BELUK PENYAKIT TIFUS

Plend.. pasti pernah denger tentang penyakit Tifus kan. Penyakit yang satu ini nich, deket banget ama kehidupan sehari-hari,bahkan mungkin banyak temen-temen yang dah kena penyakit ini. Tw g sehhh... katanya ni di indonesia penyakit ini sulit diberantas, ada di semua tempat dari sabang sampe merauke, bayangin ga tu, jauh banget,, penyakit ini bersifat sporadis, ada sepanjang tahun, nyaris semua orang pernah kontak dengan kuman penyebabnya, namun belum tentu semuanya sakit.
Penyakit Tifus atau dalam bahasa medisnya dikenal dengan Thypus Abdominalis, merupakan penyakit infeksi akut pada usus halus yang disebabkan oleh kuman Salmonella Thypi dan Salmonella Parathypi.

Penyebab
Kuman Tifus masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang tercemar. Di dalam tubuh, kuman ini dimusnahkan di lambung dan sebagian lagi masuk ke usus halus, selanjutnya menerobos ke pembuluh darah, saat ini terjadi, tubuh berusaha melawannya dengan memproduksi antibodi. Masa inkubasi penyakit ini sekitar 7-14 hari setelah masuknya kuman. Oleh WHO, penyakit tifus digolongkan kelompok Travelleris Disseases, yaitu penyakit yang diwaspadai para turis bule yang akan datang ke negara-negara berkembang. Karena hygiene dan sanitasi di negara maju lebih baik maka jarang sekali ditemukan penyakit tifus, sehingga kontak sedikit saja dengan kuman tifus maka akan menjadi penyakit, beda dengan perut orang indonesia yang perutnya lebih "bandel".

Gejala Klinis
Pada minggu pertama, gejala yang muncul tidak khas, bisa mengecoh karena mirip keluhan penyakit lain, seperti demam, sakit kepala,pusing, nyeri otot, tidak nafsu makan, mual,muntah, rasa tidak enak di perut,batuk, bahkan mimisan, juga sulit buang air besar atau malah disertai diare. Akibat gejala yang tidak khas ini, dokter pun terkadang keliru mendiagnosis penyakit ini,tak jarang gejalanya dianggap sebagai demam berdarah,malaria, atau radang tenggorokan. Pada minggu kedua gejala menjadi lebih jelas , demam khas pada sore hari, lidah berselaput dan pada fisik terjadi pembesaran hati dan limpa. Biasanya dokter akan melakukan tes Widal,walaupun sebenarnya tes ini tidak bisa dipakai sebagai diagnosis pasti. Bila gangguan pencernaan seperti mual muntah terus berlanjut maka indikasi bahwa pasien memerlukan rawat inap, namun bila gejala tidak terlalu menggangu dapat dilakukan rawat jalan. Tapi perlu diingat bila infeksi dibiarkan terus-menerus tanpa pengobatan yang tepat dan perawatan yang benar, agresi kuman bisa menyebabkan perdarahan di usus,jika berlangsung terus akan terjadi Perforasi (kebocoran usus) yang dapat berakibat fatal.

Gimana sich Cara Ngobatinnya ????

Kabar baiknya nich plend... penyakit ini gampang diobati, dengan 3 kombinasi pengobatan yaitu :
  1. Pemberian Antibiotik, untuk memusnakan kuman dapat digunakan Kloramphenicol,Thiamphenicol selama 2 minggu, atau antibiotik golongan sefalosporin selama 1 minggu
  2. Istirahat,bertujuan untuk mencegah komplikasi dan mempercepat penyembuhan karena diharapkan usus tidak banyak bergerak.
  3. Diet yang tepat, umumnya penderita diberi makanan yang lunak atau bubur saring, yang penting makanan tersebut rendah serat. Karena sulit mencerna serat , maka bentuk tinja akan lebih keras sehingga dikhawatirkan menimbulkan masalah pada saat kontak dengan dinding usus.

Mencegah Lebih Baik Dari pada MengoBATI...

Saat ini sudah ini ada vaksin untuk mencegah tifus , namun yang paling penting adalah tingkat hyegiene dan sanitasi perorangan, hal tersebut dapat dilakukan dengan :
  • Minumlah hanya air bersih atau air matang, kuman tifus akan mati pada pemanasan suhu 100 derajat celcius
  • Biasakan hidup bersih, cuci tangan bila berurusan dengan makanan dan minuman
  • Jika hendak makan buah atau sayuran yang tidak dimasak cucilah terlebih dahulu, bukan hanya dengan air kran tapi bilaslah dengan air matang , karena bisa saja air kran mengandung kuman Tifus.
  • umumnya penderita terkontaminasi kuman saat makan atau jajan d luar rumah. Untuk mencegahnya pastikan warung langganan anda selalu bersih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar